Home » » Teks Pidato Korupsi 10

Teks Pidato Korupsi 10

Teks Pidato Korupsi 10 | BAHAYA KORUPSI BAGI KEHIDUPAN BANGSA DAN NEGARA 
(Naskah Pidato; dibawakan oleh Neng Hj. Nur Sari As'adiyah)


Teks Pidato Korupsi

Sangatlah tepat apabila Michael H. Hart menempatkan Nabi Muhammad pada posisi pertama di antara seratus tokoh yang paling berpengaruh di dunia, yang pantas dijadikan figur pemimpin.

Pemimpin yang memberi teladan kebaikan pada seluruh rakyatnya. Bukan janji belaka melainkan bukti nyata yang dapat diterima oleh seluruh elemen masyarakat.

Lalu mengapa para pemimpin di negara kita yang mayoritas beragama Islam tidak dapat meneladani kepemimpinan beliau? Sesungguhnya para pemimpin di negara kita tengah sekarat di meja kerjanya. Dasi keserakahan yang mencekik leher mereka membuat mereka lalai pada tugasnya, memakan hak-hak rakyat yang sangat tidak pantas mereka sentuh. Padahal sudah jelas Allah berfirman di dalam Al-qur'an surah Al-Anfal:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghianati Allah dan Rasul. Dan janganlah kamu menghianati amanah-amanah yang telah dipercayakan kepada kamu, sedang kamu mengetahui.”

Pada esensinya korupsi adalah pencurian melalui penipuan dalam situasi yang mengkhianati kepercayaan. Korupsi tentu saja berdampak sangat luas, terutama bagi kehidupan rakyat miskin. Korupsi menyebabkan dana Anggaran Pembangunan dan Belanja Nasional kurang jumlahnya, untuk mencukupkan dan APBN ini, pemerintah pusat menaikkan pendapatan negara. Tanpa disadari, rakyat miskin telah menyetor dua kali lipat kepada para koruptor.

Pertama, rakyat miskin membayar kewajibannya pada negara lewat pajak dan retribusi, seperti pajak tanah dan retribusi puskesmas. Namun oleh negara hak mereka tidak diperhatikan, karena uang tersebut telah dikuras untuk kepentingan pejabat. Kedua, upaya menaikkan pendapatan negara melalui kenaikan BBM, rakyat miskin kembali menyetor pada negara untuk kepentingan para koruptor, meskipun dengan dalih untuk subsidi rakyat miskin.

Berderet kasus korupsi yang ada di negara kita telah mengantarkan Indonesia menjadi peringkat pertama negara paling korup di Asia. Peringkat kedua ditempati Thailand, dengan skor 7,63. Dilanjutkan kamboja di posisi ketiga dengan skor 7,25. India peringkat keempat dengan skor 7,21, dan Vietnam 7,11. sedangkan Filipina yang mendapat skor 7 berada di urutan keenam. Skor lebih dari tujuh menunjukkan indikasi adanya masalah korupsi yang serius di suatu negara. Sungguh apresiasi yang memalukan sekali bagi Indonesia.

Bila begini di mana letak keimanan para pemimpin kita? Khalifah Umar Bin Abdul Aziz semakin menipis keuangannya ketika menjabat Presiden pada masa Dinasti Umayyah. Terlebih pada kewafatannya. Beliau tidak meninggalkan harta yang berlimpah ruah. Itu menandakan bahwa ketika menjabat sebagai presiden Khalifah Umar adalah pemimpin yang mengabdi ikhlas pada negaranya. Bukan berdasarkan niat menghimpun harta.

Lantas bagaimana dengan Gayus Tambunan? Di usianya yang masih muda uang di rekeningnya mencuat 25 miliar yang merupakan uang penyelundupan dari meja pajaknya.

Lantas bagaimana dengan para pejabat yang berwisata ke luar negri dengan dalih rapat kenegaraan sementara tanah airnya dihempas air laut digoncang gempa?

Kwik Kian Gie Ketua Bapenas menyebut lebih dari tiga ratus triliyun rupiah dan baik dari penggelapan pajak, kebocoran APBN maupun penggelapan hasil sumber daya alam, menguap masuk ke kantong para koruptor. Dana ratusan triliyun itu sangat besar. Untuk menyelamatkan subsidi BBM yangh hanya sekitar lima belas triliyun saja, pemerintah masih terpaksa harus menaikkan harga BBM. Membatasi BBM sehingga memberatkan 200 juta rakyat Indonesia yang mayoritas masih hidup pas-pasan.

Rasulullah bersabda dalam hadist yang diriwayatkan Imam Ahmad, bahwasanya “Allah melaknat orang yang menyuap dan orang yang disuap.” Dalam hadist lain yang diriwayatkan Imam Bukhari, Rasulullah bersabda, 
“Di mana seorang hamba yang diserahi memimpin rakyat oleh Allah kemudian orang itu mati dalam keadaan khianat kepada rakyatnya, maka Allah mengharamkan surga bagi dirinya.”

Bila moral para pemimpin negara terus-terusan begini. Tidak mengayomi rakyat menuju kesejahteraan hidup dan justru menyengsarakan rakyat, lalu bagaimana nasib anak cucu-cucu kita nanti? Inikah warisan untuk mereka penerus bangsa?

Salah satu alternatif untuk menghindari semua itu, marilah kita simak firman Allah dalam surah Al-Anfal ayat 29:
“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah niscaya dia akan memberikan kepadamu alfurqan, dan menutup kesalahan-kesalahanmu serta mengampunimu. Dan Allah adalah Pemilik Karunia Yang Besar.”

Sesungguhnya telah ada niat cukup besar untuk mengatasi korupsi. Bahkan telah dibuat satu tap MPR khusus tentang pemberantasan KKN, tapi mengapa tidak berhasil? Penanganan korupsi tidak dilakukan secara komperehensif, setengah hati dan tidak sungguh-sungguh. Padahal, rakyat telah menunggu upaya manjur untuk mengatasinya.

Demikian Teks Pidato 10 dari Teks Pidatoku. Semoga bermanfaat.


0 komentar:

Post a Comment

RSS Feed

Popular Posts